Senin, 15 Mei 2017

Jenis dan Gejala Osteoporosis

Jenis osteoporosis

Osteoporosis dapat muncul tanpa sengaja selama beberapa tahun karena osteoporosis tidak memperlihatkan gejala sampai terjadinya keroposnya tulang atau patah tulang. Selain itu beberapa fraktur osteoporosis dapat lolos deteksi selama bertahun-tahun karena tidak memperlihatkan gejalanya.

Tanda Osteoporosis atau gejala osteoporosis yang berhubungan dengan keroposnya tulang dan patah tulang biasanya dimulai dengan nyeri, dan nyeri tersebut dirasakan dibagian yang mulai keropos dan akan terjadinya patah tulang. Gejala osteoporosis pada pria mirip dengan gejala osteoporosis pada wanita.

Sebeleum saya membahas gejala-gejala osteoporosis, kamu harus tau dulu jenis-jenis osteoporosisnya, berikut jenis-jenis osteoporosisi tersebut. 

Jenis-Jenis Osteoporosis : 
  • Osteoporosis setelah menopause, cici-cicinya adalah perubahan pada tulang belakang yang menyebabkan sakit parah dan fraktur tulang.
  • Osteoporosis Senile, jenis penyakit ini timbul pada orang tua dengan usia lebih dari 75 tahun dan biasanya sering terjadi fraktur panggul.
  • Osteoporosis Sekunder, penyakit ini disebebkan karena gangguan endokrin seperti diabetes dan hipertiroidisme dan bisa juga disebabkan oleh penyaki sistemik seperti leukimia, therapi yang berbeda dan obat kortikosteroid.
Gejala Osteoporosis.

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan, sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala. Biasanya gejala tersebut timbul pada wanita berusia sekitar 51 - 57 tahun, meski bisa lebih cepat atau lambat. 

Sakit Punggung Menahun.

Sakit punggung yang disebabkan oleh tulang belakang yang retak atau keropos dan dirasakan dalam jangka waktu yang lama tentunya penderita harus berhati-hati, terutama bagi kamu yang sudah berusia lajut. Kolaps secara spontan karena cendera ringan ini, biasanya menimbulakan nyeri secara tiba-tiba dibagian tertentu punggung. 

Nyeri makin berat jika penderita berdiri, berjalan, atau disentuh. Nyeri ini perlahan-lahan menghilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Jika ada beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk lengkungan abnormal dari tulang belakang, yang menyebabkan ketegangan otot sakit. 

Patah Tulang Belakang. 

Pengeroposan yang terjadi ditulang belakang dapat menyebabakan rasa sakit yang signifikan atau menyebabkan distorsi, terutama pengembangan postur membungkuk.

Beberapa gejala akibat patah di tulang belakang tidak ada gejala atau tanda-tanda yang signifikan untuk diketahui, perempuan yang tidak menyadari bahwa meraka rentan dengan osteoporosis diharuskan lebih waspada dan mengenali gejala dan rasa sakit pada punggung ini apalagi terjadi dalam jangka waktu yang lama. 

Perubahan postur tubuh juga dapat meningkatkan resiko lebih parah atau menyebabkan kesulitan dengan pencernaan atau pernapasan, akibatnya terbatas ruang untuk paru-paru mengembang. 

Dalam kasus osteoporosis yang parah, batuk atau bersin ringan saja dapat menyebabkan keretakan pada tulang rusuk atau salah satu bagian dari tulang belakang. 

Selain itu, orang-orang yang pernah mengalami patah tulang belakang lebih rentan terjadi patah tulang di masa mendatang. 

Patah Tulang Pinggul. 

Patah pada tulang pinggul bisa jadi disebabkan dari kondisi tulang yang mengalami pengeroposan, terutama jika kamu lebih dari 60 tahun. Ini bisa diakibatkan oleh benturan ringan atau jauh. Resiko kematian akibat patah tulang pinggul sama dengan kanker payudara.

Patah tulang pinggil memerlukan rawat inap dan operasi. Pulih dari patah tuland dan oprasi dapat menjadi panjang dan menyakiktakn dan mungkin berarti ada beberapa kerugian permanen terutama dalam hal pergerakan tubuh, bahkan bisa berujung pada kelumpuhan permanent.

Kerugian ini dapat menyebabkan berkurangnnya kebutuhan untuk perawantan jangkan panjang dan kamu mungkin lebih cenderung memiliki patah tulang di masa mendatang. 

Komplikasi dapat timbul dan ini terkait dengan peningkatan resiko kematian, sehingga menindaklanjuti perawatan medis sangat penting. 

Patah Tulang Pergelangan Tangan

Cedera pada tulang pergelangan tangan dapat terjadi dan dapat menghasilkan kurangnnya pergerakan dan terbatasnya aktifitas, ketidaknyamanan dan hilangnnya fungsi, terutama jika cedera terjadi ditangan yang dominan, yaitu tangan kanan kamu jika kamu tidak kidal. 

Tidak Bertambahnya Tiinggi Badan. 

Kehilangan tinggi badan atau tidak berambahnya tinggi badan terntunya bisa menjadi gejala kamu terkena osteoporosis karena ruas-ruas tulang yang terkena osteoporosis bisa memendekan tulang disebabkan pengikisan pada tulang belakang yang keropos, biasanya orang tersebut akan terlihat lebih membungkuk, dan tentunya semakin orang membungkuk semakin pendek pula tubuhnya. 

Postur Punggung yang Membungkuk. 

Gejala osteoporosis yang dapat terlihat jelas adalah postur punggung bungkuk yang sering terlihat pada orang lanjut usia. postur ini terjadi karena pengeroposan pada tulang belakang yang membuat tulang punggung sulit untuk menahan berat tubuh. 

Mudah Terjadi Patah Tulang. 

Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi tidak padat, kekuatan tulang akan berkurang seiring nutrisi tulang yang hilang. Ketika terjadi sesuatu pada tulang tersebut misalnya terbentur maka tulang tersebut akan lebih mudah patah dan hancur. 

***

Jika gejala osteoporosis dicegah sedini mungkin tentunya kaulitas hidup kamu dimasa yang akan datang khususnya tulang akan lebih baik dan berkualitas, jika terdapat gejala-gejala awal diatas sebiaknya kamu meminum suplement keshatan tulang  atau konsultasikan kepada dokter ahli untuk pemeriksaan yang lebih lanjut.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jenis dan Gejala Osteoporosis

Post views: counter

0 komentar:

Posting Komentar